Posts

Majalah Batik (Inflight Magazine Batik Air) - Maret 2014

Image
Menambat Hari di Split Teks & Foto VALENTINO LUIS Apa yang bisa dinikmati dari negara yang belasan tahun silam dirundung perang? Bangunan-bangunan yang remuk, ketidakefektifan sarana publik, wajah-wajah muram dengan pakaian seadanya, atau lorong-lorong gelap sarang penyamun? Namun jangan keliru. Pada pandangan pertama saat menjejakkan kaki di bandaranya, Split bisa membuka mata akan bagian lain Eropa yang tumbuh dan menyembulkan harapan. Langsung merasakan kesiapan negeri ini untuk mengesankan orang lewat langit-langit di pintu bandara yang menyerupai Supertree Grove di Singapura, serta layanan petugas yang profesional. Dalam perjalanan menujuh pusat kota pun tampaklah bus dan kereta memamerkan kualitas yang tak kalah dengan apa yang diempunyai negara-negara mapan. Ketakjuban tak berhenti disitu saja. Tengoklah Goli & Bosi, tempat inap yang menampilkan kreatifitas modern dalam design maupun fasilitas, padahal ia hanya akomodasi selevel hostel. Tetamu...

Travel Fotografi - Maret 2014

Image
Sesaji bagi Ruh-Ruh Telaga Warna Ritual di puncak mistis Kelimutu. Sebentuk aksi untuk menghormati leluhur juga ajang pertemuan komunitas adat suku Lio Ende. Ada yang beda jika berkunjung ke Kelimutu, Flores, di bulan Agustus. Tiap tahun, tepatnya tanggal 14 Agustus, para kepala adat beserta penduduk dari belasan persekutuan adat suku Lio Ende berduyun-duyun mendaki ke puncak Gunung Kelimutu untuk mengadakan ritual khusus. Ritual ini bernama Pati Ka Dua Bapu Ata Mata, yang acapkali sebutannya dipersingkat menjadi Pati Ka . Secara harfiah upacara ini berarti memberi makan kepada para leluhur yang telah meninggal, atau sesajen bagi arwah nenek moyang. Menurut keyakinan orang-orang Lio Ende yang merupakan suku asli disana, leluhur mereka berasal dari gunung setinggi 1640 meter dpl ini. Dari sinilah cikal bakal belasan masyarakat adat (Lakitana) yang kemudian tersebar ke berbagai wilayah Kabupaten Ende. Seperti di Jawa, orang Lio Ende pun menemp...